Orientasi Akademik Mahasiswa PPG Transformatif Plus Batch 4 Resmi Dibuka 24 November 2025 — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Cirebon, 25 November 2025 – Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC), atau Cyber Islamic University (CIU), resmi membuka Orientasi Akademik Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Transformatif Plus Batch 4 pada Senin, 24 November 2025. Kegiatan daring ini diikuti 1.022 mahasiswa yang telah lolos verifikasi dan validasi serta menyelesaikan lapor diri.
Peserta berasal dari beragam bidang studi pendidikan keagamaan—Bahasa Arab, Akidah Akhlak, Qur’an dan Hadis, Pendidikan Agama Islam, Sejarah Kebudayaan Islam, Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah dan Fikih yang mencerminkan komitmen UINSSC dalam menyiapkan guru profesional di berbagai rumpun keilmuan Islam.
Paparan Dekan FITK: Program PPG yang Adaptif dan Berkarakter
Acara dipandu oleh Muhsiana, M.Hum., dan dibuka dengan laporan dari Dekan FITK, Dr. H. Saifuddin, M.Ag., yang menyampaikan bahwa PPG Transformatif Plus bukan sekadar proses sertifikasi, tetapi platform pembentukan karakter dan profesionalisme guru masa depan. Ia menjelaskan bahwa kurikulum PPG telah dirancang selaras dengan tuntutan pendidikan abad ke-21: penguasaan konten, literasi digital, pedagogik adaptif, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran.

Beliau juga menekankan bahwa seluruh agenda PPG sebagaimana tercantum dalam jadwal resmi Batch 4 yang telah disusun bertahap dan saling berkesinambungan. Mulai dari lapor diri, orientasi, pembelajaran mandiri tiga modul, induksi, try out, penyusunan perangkat UKIN, hingga Uji Pengetahuan, semuanya membutuhkan komitmen penuh peserta.“Bangun kebiasaan belajar mandiri, jaga integritas akademik, dan maksimalkan setiap kesempatan bertanya serta berdiskusi,” tegasnya.
Arahannya Berdasarkan Jadwal Resmi PPG Batch 4 :
1. 19–23 November 2025 — Lapor Diri
Mahasiswa wajib memastikan kelengkapan data agar proses berikutnya lancar.
2. 24 November 2025 — Orientasi Akademik
Momentum penyelarasan mindset dan pemahaman alur PPG.
3. 24 November – 23 Desember 2025 — Pembelajaran Mandiri Modul 1–3
- Atur jadwal belajar harian
- Aktif di LMS
- Lakukan refleksi setiap topik
4. 26–30 Desember 2025 — Induksi dan Try Out
Simulasi persiapan UKMPPG yang harus dimanfaatkan untuk perbaikan konsep.
5. 5–10 Januari 2026 — Daftar Ulang UKMPPG
Perlu ketelitian administrasi agar tidak terjadi penundaan.
6. 12–16 Januari 2026 — Rekam & Unggah Video UKIN
- Tampilkan kompetensi mengajar yang nyata
- Gunakan perangkat belajar yang inovatif
- Perlihatkan penguasaan kelas dan komunikasi efektif
7. 17–18 Januari 2026 — Uji Pengetahuan
Peserta diminta menguasai konsep inti dan berlatih soal dengan strategi analitis.
“Kami berharap melalui PPG Transformatif Pluss ini lahir guru-guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga transformatif dan mampu membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan,” ujar Dr. Saifuddin.
Pembukaan Resmi dan Pengantar Teknis
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan resmi oleh Rektor UINSSC, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang mengapresiasi penyelenggaraan program dan menekankan pentingnya disiplin mengikuti seluruh rangkaian PPG.


Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan kuliah umum tentang ““Guru Profesional Berliterasi: Membangun Pembelajaran Bermakna melalui Literasi Membaca, Menulis, dan Berpikir Kritis” yang disampaikan oleh narasumber Fadillah Sandy, MA. (instruktur literasi nasional dan PhD Candidate in literacy from Australian National University). Narasumber menegaskan bahwa profesionalisme guru pada hakikatnya bertumpu pada kemampuan literasi yang utuh dan reflektif. Literasi tidak lagi dipahami sebatas kecakapan membaca dan menulis teks, melainkan sebagai proses intelektual yang melibatkan pemaknaan, analisis, dan pengambilan keputusan pedagogis secara sadar. Guru yang berliterasi mampu mengolah teks, konteks, dan pengalaman belajar menjadi pembelajaran yang relevan, dialogis, dan berorientasi pada pengembangan nalar peserta didik. Melalui integrasi literasi membaca yang mendalam, menulis sebagai sarana berpikir, serta berpikir kritis sebagai landasan refleksi, guru tidak hanya mentransmisikan pengetahuan, tetapi membangun ruang belajar yang bermakna, menumbuhkan kemandirian intelektual, dan mempersiapkan peserta didik menghadapi kompleksitas tantangan abad ke-21.
