Cirebon, 20 April 2025 – Dalam pelaksanaan Pendalaman Materi sesi 3 ini, dosen pengampu memberikan pembimbingan intensif mengenai prinsip, struktur, dan kaidah pengembangan perangkat pembelajaran yang baik. Mahasiswa diajak untuk memahami keterpaduan antara tujuan, materi, metode, serta teknik evaluasi yang selaras dengan kurikulum. Tidak hanya teori, mahasiswa juga mempelajari contoh perangkat pembelajaran yang efektif serta menganalisis berbagai studi kasus agar mampu menghasilkan produk yang relevan dan kontekstual.
“Modul PPP ini penting karena perangkat pembelajaran adalah jantung dari proses belajar mengajar. Guru yang baik harus mampu merancang pembelajaran yang sistematis, humanis, dan berpihak pada peserta didik. Itulah kompetensi yang ingin kita bangun melalui pendalaman materi ini,” tegas Dr. H. Saifuddin, M.Ag., Dekan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Pendalaman materi dilakukan melalui lokakarya, diskusi kelompok, serta sesi praktik penyusunan perangkat pembelajaran secara langsung. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk merancang, merevisi, dan mempresentasikan perangkat yang telah disusun untuk mendapatkan umpan balik dari dosen maupun rekan sejawat. Proses ini bertujuan memastikan mahasiswa memiliki keterampilan yang matang dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang dapat digunakan dalam praktik mengajar riil maupun penilaian UKIN UKMPPG.
Menambahkan hal tersebut, Farouk Imam A., M.Pd.I., M.Pd., Ketua Prodi PPG, menyampaikan, “Mahasiswa tidak boleh hanya menyalin format perangkat pembelajaran. Mereka harus memahami logika pedagogiknya, memastikan setiap komponen saling terhubung dan mampu menjawab kebutuhan siswa di kelas. Itulah standar profesional yang harus dicapai calon guru.”
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap mahasiswa PPG mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka maupun kebutuhan abad ke-21. Penguasaan modul PPP diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis mahasiswa dalam menyusun perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat profesionalisme mereka sebagai calon pendidik yang siap berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan nasional.
